Selasa, 15 Januari 2013

kasih sayang seorang ibu


LUNAS
Suatu pagi seorang anak duduk manis di depan teras rumah. Seketika, ibunya muncul sembari mengusap kepala anaknya.
Ibunya bilang kepadanya bahwa ia ingin pergi ke sebuah acara pernikahan sahabatnya. Lalu, sang ibu meminta kepada anaknya untuk melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu, cuci piring dll.
Sang anak mengerjakan tugas rumahnya dengan rajin. Setelah semua pekerjaan selesai, anak tersebut menuliskan daftar gaji atas pekerjaan yang telah di lakukannya.
Sore harinya, anak tersebut menghampiri ibunya yang sedang sibuk di dapur.
Ia menyerahkan selembar kertas yang telah di tulisinya.
Sang ibu pun membaca tulisan itu.
Untuk memotong rumput rp. 5.000 untuk membersihkan kamar tidur minggu ini rp. 5.000 untuk pergi ke toko di suruh ibu rp. 3.000 untuk menjaga adik selama ibu pergi harganya rp. 5.000 untuk membuang sampah rp. 1.000 untuk nilai yang bagus rp. 3.000 untuk menyapu dan membersihkan halaman rp. 3.000 jadi, jumlah hutang ibu adalah rp. 25.000
Sang ibu memendangi anaknya dengan penuh harap, berbagai kenengan terlintas dalam benak sang ibu. Lalu ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya, ia menulis sesuatu.
Untuk Sembilan bulan ibu mengandung kamu, gratis untuk semua malam ibu menemani kamu, gratis untuk membawa kamu ke dokter dan mengobati saat kamu sakit, serta mendo’akan kamu, gratis untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, gratis kalau di jumlahkan semua, harga cinta ibu adalah, gratis untuk semua mainan, makanan dan baju, gratis Anakku,,, dan kalau kamu jumlahkan semuanya, akan kau dapati bahwa harga cinta ibu adalah, GRATIS
Seusai membaca apa yang di tulis ibunya, sang anak pun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya, dan berkata:” bu, aku sayang sekali sama ibu” ia kemudian mendekap ibunya. Sang ibu tersenyum sambil mencium rambut buah hatinya. “ ibu pun sayang kamu nak” kata sang ibu.
Kemudian sang anak mengambil pulpen dan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar sambil di perhatikan sang ibu.  “LUNAS”
Sahabat, seberapun jasa yang telah kita berikan kepada ibu, seberapun uang yang kita dapat kan dan kita berikan kepada ibu, atau seberapun liter keringat kerja yang kita kumpulkan untuk ibu, tidak akan dapat mengganti kasih sayang seorang ibu.
Kasih ibu sepanjang masa. Dapatkah kita menukar kasih sayang ibu itu dengan materi? Atau menukar dengan rangkaian terima kasih? Kasih ibu sepanjang masa. Dapatkah kita menukar dengan bilangan kata?
Tidak sahabat, sama sekali kita tidak bisa menukarkannya. Oleh karena itu sahanat ku, berbuat baiklah kepadanya, sayangilah beliau, cintailah beliau, do’akanlah beliau,,,,,,,,,,,